Penjelasan Desa Wisata Menurut Wikipedia

Desa wisata menurut wikipedia adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. ( Nuryanti, Wiendu. 1993. Concept, Perspective and Challenges, makalah bagian dari Laporan Konferensi Internasional mengenai Pariwisata Budaya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Hal. 2-3)

wikipediaPrinsip dasar dari pengembangan desa wisata

  • Pengembangan fasilitas-fasilitas wisata dalam skala kecil beserta pelayanan di dalam atau dekat dengan desa.
  • Fasilitas-fasilitas dan pelayanan tersebut dimiliki dan dikerjakan oleh penduduk desa, salah satu bisa bekerja sama atau individu yang memiliki.
  • Pengembangan desa wisata didasarkan pada salah satu “sifat” budaya tradisional yang lekat pada suatu desa atau “sifat” atraksi yang dekat dengan alam dengan pengembangan desa sebagai pusat pelayanan bagi wisatawan yang mengunjungi kedua atraksi tersebut.

Komponen Utama Desa Wisata
Terdapat dua konsep yang utama dalam komponen desa wisata

1. Akomodasi : sebagian dari tempat tinggal para penduduk setempat dan atau unit-unit yang berkembang atas konsep tempat tinggal penduduk.

2. Atraksi : seluruh kehidupan keseharian penduduk setempat beserta setting fisik lokasi desa yang memungkinkan berintegrasinya wisatawan sebagai partisipasi aktif seperti : kursus tari, bahasa dan lain-lain yang spesifik.

Sedangkan Edward Inskeep, dalam Tourism Planning An Integrated and Sustainable Development Approach, hal. 166 memberikan definisi : Village Tourism, where small groups of tourist stay in or near traditional, often remote villages and learn about village life and the local environment. Inskeep : Wisata pedesaan dimana sekelompok kecil wisatawan tinggal dalam atau dekat dengan suasana tradisional, sering di desa-desa yang terpencil dan belajar tentang kehidupan pedesaan dan lingkungan setempat.

Kriteria Desa Wisata
Pada pendekatan ini diperlukan beberapa kriteria yaitu :

  • Atraksi wisata; yaitu semua yang mencakup alam, budaya dan hasil ciptaan manusia. Atraksi yang dipilih adalah yang paling menarik dan atraktif di desa.
  • Jarak Tempuh; adalah jarak tempuh dari kawasan wisata terutama tempat tinggal wisatawan dan juga jarak tempuh dari ibukota provinsi dan jarak dari ibukota kabupaten.
  • Besaran Desa; menyangkut masalah-masalah jumlah rumah, jumlah penduduk, karakteristik dan luas wilayah desa. Kriteria ini berkaitan dengan daya dukung kepariwisataan pada suatu desa.
  • Sistem Kepercayaan dan kemasyarakatan; merupakan aspek penting mengingat adanya aturan-aturan yang khusus pada komunitas sebuah desa. Perlu dipertimbangkan adalah agama yang menjadi mayoritas dan sistem kemasyarakatan yang ada.
  • Ketersediaan infrastruktur; meliputi fasilitas dan pelayanan transportasi, fasilitas listrik, air bersih, drainase, telepon dan sebagainya.

Masing-masing kriteria digunakan untuk melihat karakteristik utama suatu desa untuk kemudian menetukan apakah suatu desa akan menjadi desa dengan tipe berhenti sejenak, tipe one day trip atau tipe tinggal inap.

Pendekatan Fisik Pengembangan Desa Wisata

1. Pendekatan ini merupakan solusi yang umum dalam mengembangkan sebuah desa melalui sektor pariwisata dengan menggunakan standar-standar khusus dalam mengontrol perkembangan dan menerapkan aktivitas konservasi.

2. Mengonservasi sejumlah rumah yang memiliki nilai budaya dan arsitektur yang tinggi dan mengubah fungsi rumah tinggal menjadi sebuah museum desa untuk menghasilkan biaya untuk perawatan dari rumah tersebut.

Contoh pendekatan dari tipe pengembangan model ini adalah Desa Wisata di Koanara, Flores. Desa wisata yang terletak di daerah wisata Gunung Kelimutu ini mempunyai aset wisata budaya berupa rumah-rumah tinggal yang memiliki arsitektur yang khas. Dalam rangka mengkonservasi dan mempertahankan rumah-rumah tersebut, penduduk desa menempuh cara memuseumkan rumah tinggal penduduk yang masih ditinggali. Untuk mewadahi kegiatan wisata di daerah tersebut dibangun juga sarana wisata untuk wisatawan yang akan mendaki Gunung Kelimutu dengan fasilitas berstandar resor minimum dan kegiatan budaya lain.

3. Mengonservasi keseluruhan desa dan menyediakan lahan baru untuk menampung perkembangan penduduk desa tersebut dan sekaligus mengembangkan lahan tersebut sebagai area pariwisata dengan fasilitas-fasilitas wisata.

Contoh pendekatan pengembangan desa wisata jenis ini adalah Desa Wisata Sade, di Lombok.

4. Mengembangkan bentuk-bentuk akomodasi di dalam wilayah desa tersebut yang dioperasikan oleh penduduk desa tersebut sebagai industri skala kecil.
Contoh dari bentuk pengembangan ini adalah Desa wisata Wolotopo di Flores. Aset wisata di daerah ini sangat beragam antara lain : kerajinan tenun ikat, tarian adat, rumah-rumah tradisional dan pemandangan ke arah laut. Wisata di daerah ini dikembangkan dengan membangun sebuah perkampungan skala kecil di dalam lingkungan Desa Wolotopo yang menghadap ke laut dengan atraksi-atraksi budaya yang unik. Fasilitas-fasilitas wisata ini dikelola sendiri oleh penduduk desa setempat. Fasilitas wisata berupa akomodasi bagi wisatawan, restaurant, kolam renang, peragaan tenun ikat, plaza, kebun dan dermaga perahu boat.

Baca juga; Bisnis outbound dan training di Desa Wisata

Sumber: Wikipedia

Advertisements

Mengulas tentang Wisata Outbound dan Training

Apa sebenarnya arti wisata outbound dan training yang kini marak dipromosikan. Entah mulai kapan kegiatan itu mulai menjamur. Jika saya tanya, Kapan kamu tahu tentang kegiatan outbound atau mungkin orang tua Bapak atau Ibu kamu mendengar istilah outbound dan training. Tahun 2000 atau sudah sejak 1990 an, yang jelas kalau saya pribadi mulai tahun 2006 saat saya mengenalnya saat masih SMA. Pertanyaannya spakah setelah outbound para peserta akan mendapatkan training khusus atau sekedar hiburan?

desa wisata

Seperti yang kita tahu kegiatan ini berkedok atau memang benar-benar berlandaskan kebersamaan, kepemimpinan dan leadersip yang dikemas dalam kegiatan yang asik dan menyenangkan, atau sekedar wisata penghilang jenuh? jadi desa wisata semakin marak di tahun 2010 hingga sekarang, hal berawal dari kejenuhan rutinitas orang di kota yang dipenuhi dengan suasana bising dan macet. Dulunya kegiatan outbound identik dengan kegiatan anak-anak TK atau SD, tapi sekarang orang-orang tua sudah banyak yang ikut-ikutan. Mengapa? hal inilah yang menarik untuk saya ulas di sini.

Kembali pada yang saya jelaskan tadi ‘Kesibukan kerja, suasana kota, bising, macet, polusi” yang hal itu membuat jenuh bahkan stress orang-orang kawasan industri dan perkotaan. Tapi di desa lihatlah para petani mereka hidup sangat sehat dan jauh dari tingkat stress meskipun hasilnya pas-pas an.

Hal itulah yang menjadikan orang kota mulai melakukan kegiatan refresing di Desa, lihatlah mereka mencoba ikut memandikan kerbau, menanam padi, jalan-jalan di sungai yang hal itu adalah kegiatan sehari-hari orang kota. Baiknya muncullah desa-desa wisata yang menawarkan indahnya kehidupan Desa, sehingga banyak warga yang tinggalnya di desa bisa mendapatkan penghasilan lebih dari para pengunjung tadi.

Apa itu Outbound?
Sekarang sangat trend dengan kata outbound dan training di desa-desa wisata, apa sih hakekat outbound itu sendiri?

Kata outbound berasal dari pandangan dua suku kata dalam bahasa inggris Out Dan Bounderes yang berarti keluar dan batas sehingga dalam pengertian yang sesungguhnya outbound itu ialah keluar dari semua rutinintas sehari-hari agar dapat melihat diri kita dan team dari prespektif yang berbeda sehingga diharapkan bernilai positif dalam meningkatkan kinerja dan efektifitas kerja perorangan maupun kelompok dan terjadi kolaburasi yang solid dalam kerja team building dalam suatu wadah organisasi.

Apa itu Training?
Kegiatan training dalam outbound bertujuan membentuk pola pikir yang kreatif serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual dalam berinteraksi. Pengalaman ini akan terekam dan tinggal di pikiran peserta didik dalam rentang waktu yang cukup lama dan berdampak positif secara psikologis antara lain:

1. Menumbuhkan rasa percaya diri
2. Meningkatkan pemahaman tentang konsep diri
3. Meningkatkan harga diri
4. Meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru
5. meningkatkan keberanian untuk menguji kemampuan diri
6. memberikan sensasi positif saat mencoba hal baru
7. meningkatkan perasaan yang lebih sehat

Bisnis outbound yang menjamur
wisata sudah menjadi kebutuhan tersier yang wajib di kalangan masyarakat saat ini. Semakin tinggi tingkat kesibukan mereka maka semakin tinggi kemauan untuk berwisata. Lalu bermunculanlan lah agen, biro, pemandu wiasat yang memanfaatkan peluang ini. Bahkan sekarang banyak perusahaan yang bergerak di bidang Outbound dan training yang bisa meraup jutuan rupiah setiap kali penyelenggaraan. Tentu ini kabar baik semakin baik perekonomian dan penyebaran ekonomi hingga ke desa-desa.

Melihat model artikel di salah satu web ini menjadi contoh promosi melalui informasi beberapa tempat desa wisata di Jogja untuk outbound. Itulah publikasi kegiatan promosi dari jasa paket wisata outbound yang informatif dan profesional. Jika anda dalam posisi pekerja di perkotaan yang padat pada jam Senin – Sabtu, liburan adalah pilihan tepat. Bayangkan anda berlur bersama-sama rekan kerja atau keluarga berkeliling di keteduhan suasana desa. Para pelaku bisnis, pamong desa, dan masyarakat disitu terlihat bisa simbiosis mutualisme.

Bisnis Travel dan Wisata
Wisata Indonesia kini mulai terus meningkat popularitasnya yang mendorong mulai menjamur bisnis traveling yang hal ini terjadi di negara-negara maju sudah 30 tahun yang lalu. Indonesia bahkan kini menjadi negara dengan tujuan wisatawan yang besar dari pendatang mancanegara. Travel dan wisata sudah menjadi satu kesatuan layaknya tahu dan tempe. Para pegiat bisnis travel punya caranya sendiri-sendiri untuk meraup keuntungan dari para fakir wisata dan refresing. Nantinya juga merambah ke transportasi, penginapan, kuliner, handicraft, oleh-oleh.

Terakhir saya tidak membahas tentang wisata secara umum, kembali pada topik Outbound dan Training, Desa wisata, Suasana desa yang asri, hmmm sangat menarik yaaa?